D A R A T A N K O D E

Just Type Code

Apa perbedaan Perancangan Sistem dengan Analisis Sistem?  

Perancangan sistem merupakan kegiatan atau proses yang dilakukan guna mengetahui bagaimana sistem akan dibangun, meskipun faktanya tidak benar-benar direalisasikan. Dengan kata lain, perancangan sistem ini harus bisa menunjukkan bagaimana berbagai bagian dari sistem akan bekerja bersama.

Adapun analisis sistem yaitu kegiatan atau proses yang dilakukan guna mendapatkan informasi mengenai apa yang terjadi dengan sistem yang ada saat ini, dan apa yang dibutuhkan dari sistem yang baru. Hasil akhir dari analisis sistem ini yaitu spesifikasi usulan tentang apa yang akan dilakukan sistem atas dasar kebutuhan pengguna.

Secara singkat, tahapan perancangan ini akan menjawab bagaimana dari sebuah sistem sedangkan tahapan analisis akan menjawab apa dari sebuah sistem. Jika dilihat dari fokus perhatiannya,  seorang perancang sistem atau system designer akan lebih fokus ke implementasi sistem baru, sedangkan seorang analis sistem atau system analyst fokus ke bagaimana bisinis bisa berjalan dengan cara yang lebih baik.

Bagi seorang analis sistem, maka sangatlah wajib terlebih dahulu mengetahui latar belakang organisasi yang akan dianalisis, serta hal-hal yang tentunya dibutuhkan dalam kaitannya perancangan dan analisis sebuah sistem informasi. Seperti pada pembahasan sebelumnya, dimana seorang analis sistem memiliki tugas-tugas yang harus dilaksanakan, dimana diantaranya yaitu memahami struktur suatu organisasi.

Selain itu, suatu organisasi tentunya sudah memiliki standar dan investasi mengenai perangkat keras maupun perangkat lunak yang digunakan. Maka dari itu, pengembangan ataupun pembuatan sistem yang baru agar tetap mengacu ke perangkat keras dan perangkat lunak yang sudah tersedia, sehingga perangkat keras dan perangkat lunak yang sudah ada ini dapat dioptimalkan fungsinya. Namun, tidak menutup kemungkinan juga apabila ada organisasi yang tidak mempermasalahkan akan hal itu. Oleh karena itu, penentuan platform yang akan dibangun harus diperjelas pada awal proyek. Mengapa demikian? Karena tentunya hal ini akan mempengaruhi arsitektur sistem yang digunakan serta pada perancangan obyek.

Meski demikiian, masih banyak keputusan yang bisa dilakukan tanpa memperhatikan platform perangkat keras maupun platform perangkat lunak, diantaranya:

  1. Interaksi antara obyek bisa dirancang dengan menggunakan interaction diagram atau communication diagram.
  2. Tata letak form dalam kaitannya dengan field-field mock up yang dibutuhkan serta urutan pengisiannya bisa dirancang dengan menggunakan text box tanpa harus memperhatikan apakah akan dibuat dengan menggunakan Java, Delphy, Visual Basic, atau pun bahasa pemrograman lainnya.
  3. Sifat perintah dan data yang akan dikirim atau diterima dari perangkat keras lain bisa dirancang tanpa harus memperhatikan format pesan yang akan dikirimkan.

Dari pemaparan paragraf tersebut diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perancangan sistem ini dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Perancangan logical, yaitu perancangan yang dilakukan tanpa harus memperhatikan platform,
  • Perancangan Fisikal, yaitu perancangan yang hanya bisa dilakukan dengan memperhatikan platform yang akan digunakan.

Pada kenyataannya, mayoritas perancangan dimulai setelah ada keputusan tentang perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan saat implementasi. Namun apabila keputusan mengenai platform ini masih belum ditentukan, maka seorang project manager akan melakukan perancangan logical terlebih dahulu hingga sampai ada keputusan tentang platform yang akan digunakan.

Related Post

Leave a Comment